Nasib Pembangkang Zakat di Akhirat


Zakat bisa diibaratkan kotoran di dalam harta kita. Seperti halnya manusia yang setiap pagi mesti membuang kotoran dari perutnya, maka di dalam harta, juga wajib bagi si empunya untuk memisahkan zakat dari hartanya untuk diberikan sebagai pembersih. Sebagaimana kotoran perut manusia yang banyaknya jauh lebih kecil dari volume saat dia makan, maka besaran zakat juga jauh lebih kecil dari pokok harta yang miliki.

Besaran zakat adalah 2,5 persen atau sepadan dengan seperempatpuluh (1/40). Andai harta kita dapat dibelah menjadi 40 bagian, maka Allah SWT selaku Sang Pemberi dan Pemilik harta di alam raya, hanya meminta kita mengeluarkan 1 bagian saja, dan mempersilakan 39 bagian sisanya untuk dinikmati secara halal. Jika diasumsikan dalam rupiah, dengan mudah dapat dikonversi, bahwa setiap nilai 1 juta rupiah, zakatnya yang harus keluar adalah Rp 25.000 saja, dan sisanya Rp 975.000 menjadi milik kita.

Namun sayang sekali, ternyata akal manusia yang bisa berhitung dengan lugas juga dikendalikan oleh sifat kikir dan pelit. Sifat ini mematikan rasio dan akal sehat, karena semua perasaan bermuara pada kepentingan dan kesenangan diri sendiri. Dan biasanya, semakin banyak harta yang dimiliki, semakin sayang untuk berzakat. Ketika seseorang memiliki uang 40 miliar dengan kewajiban zakat sebesar 1 miliar, maka akalnya tidak lagi mengingat bahwa dia masih punya 39 miliar, namun hanya berfokus pada angka 1 miliar, yang bisa jadi menurutnya sangat besar dan bisa untuk keperluan yang lain.

Hadis riwayat Abu Zar RA: Aku menghampiri Nabi SAW yang sedang duduk di bawah bayang-bayang Ka’bah. Ketika beliau melihatku beliau bersabda: Mereka benar-benar merugi, demi Tuhan ka’bah! Kemudian aku duduk, tetapi tidak tenang, maka aku segera bertanya: Wahai Rasulullah, demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, siapakah mereka? Rasulullah SAW menjawab: Mereka adalah orang-orang yang paling banyak harta, kecuali yang berkata begini, begini dan begini (beliau memberi isyarat ke depan, ke belakang, ke kanan dan ke kiri). Mereka yang mau berbuat demikian sangat sedikit. Setiap pemilik unta atau sapi atau kambing yang tidak mau membayar zakatnya, pasti nanti pada hari kiamat, hewan-hewan itu akan datang dalam keadaan lebih besar dan lebih gemuk dari sebelumnya, menanduki pemiliknya dengan tanduk-tanduknya dan menginjak-injak dengan telapak kaki-telapak kakinya. Setiap kali yang lain telah selesai, datang lagi yang pertama sampai diputuskan di hadapan seluruh manusia. (HR Muslim)

Betapa malangnya nasib orang yang pelit berzakat, di dunia hartanya tidak bermanfaat, dan di akhirat tidak menolong sama sekali. Wallahu a’lam

About Pakdhe Phantom

My Life Is My Journey
This entry was posted in About Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s