Empal Gentong Cirebon


Menyantap hidangan berkuah asli Cirebon ini bukan hanya bikin kenyang tetapi juga bisa mmngobati rasa kangen kampung. Sajian khas dari kota udang ini bisa jadi menu makan siang yang mantap. Cukup dimakan dengan nasi putih plus sedikit sambal. Rasanya gurih lezat!

Nama Empal Gentong memang sesuai dengan bahan utama racikan hidangan berkuah asal Cirebon ini. Nama empal menunjukkan bahan utamanya memang daging sapi dengan sedikit lemak. Sedangkan sebutan gentong untuk menunjukkan proses memasaknya memakai kuali atau periuk tanah liat.

Cara memasak dengan kuali ini sudah dilakukan scara turun temurun. Wadah tanah liat yang sudah dipakai bertahun-tahun akan memberi sentuhan rasa sedap yang tiada tara. Tentu saja karena kerak bumbu sudah mengendap di pori-pori tanah litanya.

Penampilan empal gentong ini mirip pindang Kudus karena agak kekuningan dengan kuah santan. Rasanya pun tak jauh berbeda, hanya saja empal gentong lebih dominan aroma kunyitnya. Hidangan berkuah ini harus dimakan panas-panas.

Penjual empal gentong juga menyediakan jeroan sapi sebagai pelengkap. Yang paling enak disantap dengan nasi hangat plus sambal rawit. Kalau suka manis bisa dikucuri sedikit kecap manis. Harga empal gentong tak mahal, jadi cocok buat makan siang di tanggal tua seperti ini.

 

About Pakdhe Phantom

My Life Is My Journey
This entry was posted in Culinary. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s