Mengenal Aliran dan Sekte Modifikasi Motor – Part 3


Beberapa aliran dan penganut sekte modif motor, terbilang ekstrem, gila atau sederet istilah lainnya. Para modifikator masih tetap mengakui kehebatan Trail yang jago melayang. Untungnya para kreator kuda besi itu, berhasil mengadopsi bentuk Trail ke bentuk Supermoto, sehingga penggunaannya tetap fungsional dan diterima semua kalangan. Tapi soal kecepatan, Street Performance masih raja jalanan. Siapapun yang dapat menandingi street performance, maka supremasi raja jalanan siap dilepas aliran ini. Tapi siapa?

7. Trail

Trail

Diatara kawanan aliran dan sekte modif, nama trail termasuk salah satu nama yang cukup familiar setelah ceper. Maklum, aliran Trail ini mulai merambah di Indonesia era tahun 70-an.

Memasuki tahun 80-an, modifikasi jenis Trail menjadi icon anak gaul jaman kita masih kecil. Penyebab aliran ini begitu membumi di Indonesia, tak terlepas dari pengaruh balap motor garuk tanah alias Motocross. Solo yang mewakili Jateng dan Padang, mewakili Sumatera, menjadi basis terbesar sekte ini.

Penganut modif jenis ini, harus merubah total penampilan motornya. Maka menu wajib seperti handguard, stang tinggi ala trail, knalpot undertail, ban tahu, engine guard ditambah koprekan mesin yang kuat terutama torsinya harus ada di peganut aliran Trail.

8. Supermoto

Supermoto

Bila dilihat dari jenis dan style-nya. Supermoto adalah turunan dari aliran Trail. Hanya saja idealisme Trail tidak begitu melekat pada aliran Supermoto. Karena penganut aliran Supermoto lebih menempatkan diri pada fungsi pemakaian motor utuk harian (rutinitas).

Meski body aliran supermoto tetap bernuansa Trail, tapi kaki-kaki dan ban tidak menggunakan ban tahu dan mesin umumnya masih standar pabrikan. Tidak banyak penganut aliran ini, karena kebanyakan muncul dan terintegrasi saat musim-musin tertentu saja.

9. Street Perfomance

Street Performance

Penganut aliran ini tidak terlalu mementingkan penampilan. Tag line aliran Street Performance adalah cepat, gesit dan lincah. Jadi bisa ditebak, ubahannya lebih ke bagian Engine. Modif ini dilakukan bagi mereka yang kurang puas dengan tenaga motor standar.

Untuk menambah daya gedor mesin,  penganut aliran ini sudah pasti meng-upgrade tenaga motornya. Bisa dengan bore up, stroke up atau over size. Selain itu, tidak ketinggalan mengganti karburator menjadi yang lebih besar dan melepas saringan filter udara. Kebanyakan penganut aliran ini, penyuka hobi balap liar (bali).

Jadi, meski penampilan biasa tapi tenaga besar. Sebetulnya sah-sah saja bikers menganut faham dan sekte ini. Hanya saja suara bising knalpot-nya (Loss N), yang kadang membuat orang sekampung protes dengan keberadaan penganut ini. Well, silahkan berkreasi tapi tetap hormati orang lain.

back << >> next

Sumber : http://www.motodream.net/

About Pakdhe Phantom

My Life Is My Journey
This entry was posted in About Motorcycles. Bookmark the permalink.

2 Responses to Mengenal Aliran dan Sekte Modifikasi Motor – Part 3

  1. Pingback: Mengenal Aliran dan Sekte Modifikasi Motor – Part 2 | PakDhe Phantom's Blog

  2. Pingback: Mengenal Aliran dan Sekte Modifikasi Motor – Part 4 | “Be grateful that LOVE gave you a chance to GROW and become BETTER so you could better SERVE this world.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s