Tips Safety Driving


tips pertama, mengatur posisi duduk, pegang setir dengan tangan kiri atau tangan kanan pada posisi jam 12.00, kemudian rentangkan tangan sampai lurus nah itulah posisi duduk yang pas, setelah posisi ideal tercapai, barulah posisi tangan diletakkan pada posisi jam 09.00 dan jam 03.00, atau jam 10.00 dan jam 02.00.

Dengan posisi tangan seperti itu, diharapkan joki menjadi lebih sigap. Sebab bukan saja dapat secara aktif memonitor apa yang sedang terjadi di sekitarnya, tetapi juga memperkirakan kemungkinan apa yang terjadi. Dengan demikian, ia diharapkan dapat bereaksi secara efektif apabila diperlukan, atau situasi menuntutnya untuk bereaksi secara benar. Misalnya ban depan mobil tiba-tiba pecah, atau ban depan mobil melindas/menabrak batu, atau ban depan mobil yang terjeblos ke dalam lubang. Dalam situasi seperti itu, setir akan terputar secara mendadak. Demikian juga jika ada kejadian mendadak di depan mobil, yang membuat pengemudi secara tiba-tiba harus membelokkan mobil untuk menghindar.

Jika melakukan belokan-belokan yang sulit, tangan jangan sampai menyilang. Untuk itu, tangan harus ditempatkan di posisi jam 12.00 sebelum memasuki tikungan sulit. Tempatkan tangan kanan di posisi jam 12.00 dan tangan kiri di posisi jam 06.00 sebelum membelok ke kanan, dan tangan kiri pada posisi jam 12.00 dan tangan kanan di posisi jam 06.00 sebelum membelok ke kiri. Upayakan agar tangan kanan tidak sampai menyeberang ke kiri, melewati jam 12.00. Demikian juga tangan kiri tidak menyeberang ke kanan. Dengan kata lain, gerakan tangan kiri hanya dari posisi jam 12.00 mundur ke posisi jam 06.00, sedangkan gerakan tangan kanan dari posisi jam 12.00 maju ke posisi jam 06.00.

nah kalo dah tau teorinya yang paling susah prakteknya… musti di biasakan tangan tidak sampe menyilang, meski gw sendiri masih suka nyilang kalo masuk ke belokan yang patah… semua ini dimaksudkan agar tangan selalu berada di posisi yang benar dan siap sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan dapat dihindari.

yang kedua jarak pengereman, lebih mudah menginjak gas ketimbang menginjak rem, jarak pengereman berbeda beda untuk setiap mobil untuk itu joki perlu mengetes dan punya feeling yang pas berapa jarak aman tuk mobil tersebut…
kalo ada jalan yang sepi dan kosong boleh di coba tuh jalan lurus kecepatan 50kpj trus di lakukan pengereman mendadak setelah itu coba turun dan lakukan pengukuran seberapa jauh mobil berhenti sejak pedal rem di injak tersebut…
belive me bisa 20 meter tuh…

yang ketiga tips untuk pecah ban ini penting tuk di ingat… yang di dapat dari pengalaman aswin bahar kemaren, jangan panik pada saat terjadi pecah ban meski mobil sedang melaju dengan kencang kendalikan setir secara benar, dan jangan menginjak pedal rem sampai mobil dapat sepenuhnya dikendalikan. joki hanya perlu menahan setir agar mobil tetap bergerak lurus ke depan, dan menginjak rem setelah ia menguasai mobilnya.

Sumber : http://kuda-klub.com/index.php?option=com_content&task=view&id=27&Itemid=9

About Pakdhe Phantom

My Life Is My Journey
This entry was posted in About Safety Driving. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s